Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Juni 2015
Senin, 30 Maret 2015
Kutinggalkan jejak ku ditempat itu
Bismillahirrahmanirrahim,
Kali ini aku mau berbagi cerita yang tiba-tiba saja teringat saat aku pergi Outbond bersama teman-teman satu jurusan (Administrasi Perkantoran) ke Bukit Naang Bangkinang. Outbond ini dilakukan dalam rangka perpisahan kecil-kecilan bersama guru jurusan dan teman-teman satu jurusan, dan dilaksanakan beberapa minggu setelah UN
Malam itu dengan senang hati aku mempersiapkan keperluan untuk Outbond, mulai dari pakaian, cemilan, dan segala macam ini itu yang diperlukan. setelah semuanya aku pastikan clear, aku pun bergegas untuk segera tidur, hal yang tak lazim kulakukan di musim libur begini karena biasanya aku melanggar larangan H. Rhoma Irama untuk tidak begadang.barangkali karena sudah tidak sabar bertemu dengan teman - teman.
Tibalah keesokan harinya aku sudah bersiap - siap pagi -pagi sekali, karena pukul 07.30 sudah harus berkumpul disekolah. Aku membangunkan abangku untuk mengantarkanku ke sekolah, butuh waktu lama untuk membangunkannya, untung aku sudah mengantisipasi hal ini lebih awal, dengan membangunkannya 30 menit sebelum berangkat, dan alhamdulillah dia mau mengantarku.
Karena waktu itu agenda nya outbond,kan gak lucu kalau aku mengenakan long dress dan high heels maka aku mengenakan pakaian yang normal dipakai saja, yaitu baju kaos dan celana training tak lupa pula aku memakai sepatu sport warna biru putih, sebelumnya aku sempat bingung akan menggunakan sepatu sport atau sepatu kets, tapi kemudian aku menambatkan hatiku kepada sepatu sport. tak butuh waktu lama aku pun segera berangkat dengan diantar abangku.
Setibanya disekolah aku lihat teman-teman sudah ramai menunggu di gerbang sekolah. aku segera menghampiri teman-temanku, kuperhatikan teman-temanku, ada yang lagi jongkok-jongkok gajelas, ada yang lagi berselfi ria, dan ada juga yang cerita ini itu sambil ngakak. dan aku masuk dalam kelompok yang ketiga sesekali aku nyelip diantara kelompok mereka-mereka yang asik berselfi ria.
Tak berapa lama bus pun datang, waktu itu ada dua bus pariwisata karena ada dua kelas yang ikut. didalam bus aku memilih tempat duduk yang paling belakang. karena bagian belakang yang cukup luas, dan kalupun ribut tidak terlalu mengganggu pak supi yang harus konsentrasi mengemudikan busnya agar selamat sampai tujuan. barisan kursi yang paling depan diisi oleh guru, dan beberapa anak yang memang agak pendiam tapi tidak semuanya pendiam ada juga yang memanfaatkan posisi depan ini agar bisa karaokean, dibagian tengah diisi oleh anak-anak yang lumayan heboh, dan yang bagian belakang sekali diisi oleh anak setan, eh enggak ding. kita ribut tapi teratur kok. hehe (pembelaan).
Setelah sekitar satu jam akhirnya sampai juga kami ditempat yang dituju.
ketika masuk langsung terdengar jeritan-jeritan histeris pengunjung yang sedang naik fly over (ups, flying fox maksudnya) hehe. kami pun mencari tempat yang cukup teduh untuk berkumpul sambil celingak-celinguk memperhatikan orang-orang yang tengah asyik menikmati tantangan yang disuguhkan oleh Bukit Naang ini, dan kami memilih bukit yang kelihatannya cukup teduh. berhubung kami datang sudah hampir siang dan cacing-cacing diperut sudah sudah mulai anarki, maka kami pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu. setelah selesai makan bagi yang beragam muslim langsung ngacir ke mushala untuk sholat. sementara yang non muslim dan yang sedang kedatangan sibulan memilih tetap di bukit untuk sekedar mengobrol atau foto-foto.
Setelah selesai kami semua berkumpul untuk bersiap-siap diberi pengarahan sebelum mencoba berbagai macam rintangan yang cukup memacu adrenalin. kami semua sudah tidak sabar lagi untuk segera memulai. saat hendak menuruni bukit, tiba-tiba saja "plok" terdengar bunyi yang aneh dari sepatu ku, aku langsung melirik kebawah, ternyata alas sepatuku sebelah kanan mulai membuka mulutnya, aku sedikit panik. dan gairahku untuk bermain seketika pudar, aku diam dan tetap melanjutkan perjalanan. saat tiba ditengah perjalanan sepertinya sepatu ku ini sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, dia membuka mulutnya semakin lebar dan yang lebih parahnya lagi sepatu yang sebelah nya lagi juga ikutan membuka mulutnya walaupun dengan sedikit malu-malu. aku sedikit gusar, kucari-cari karet disekitar tempat ku berjalan untuk merapatkan mulut si sepatu itu. aku tidak menemukan yang aku cari. akhirnya aku membisikkan hal memalukan ini kepada temanku, namanya ayu. karena badannya kecil jadi aku mamnggil ayu ini "paud" beruntunglah si Paud ini tidak heboh ketika aku bisikkan hal tersebut, dia hanya tersenyum kecil saja dan kemudian membantu mencarikanku karet. akhirnya kami pun menemukanya. aku mengikat mulut sepatu yang menganga tersebut dengan karet. dan hasilnya cukup memuaskan sedikit aman dan tidak ketahuan.
Karena harus mencari-cari karet dulu akhirnya kami telat mendapatkan pengarahan. dan kami harus menunggu untuk beberapa saat. sementara yang sudah diberi pengarahan sudah mulai naik keatas pohon. nah untung juga si Paud ini tidak mempermasalahkannya. tak berapa lama akhirnya tibalah giliran kami untuk diberi pengarahan. setelah diberi tahu segala macam apa yang harus dilakukan dan yang tidak harus dilakukan maka kami pun mulai naik keatas pohon.
setibanya diatas pohon kami langsung dihadapkan dengan rintangan yang pertama, yaitu berjalan diatas jaring-jaring. aku agak panik karena takut alas sepatuku lepas, tapi ternyata tidak aku selamat.
tibalah di rintangan ke dua yaitu meluncur mengguanakan flying fox menuju kerintangan ketiga yaitu diatas bambu-bambu yang diikat pada tali-tali.
kemudian rintangan ketiga yang mulai sulit yaitu berjalan diatas satu tali yang kemudian ku ketahui nama rintangan ini adalah monkey track, track nya para tenyom. hahaha.
susah sekali melalui rintangan ini, . bayangin aja udah tinggi, panjang, eh pijakannya cuma tali yang diameternya cuma sebesar jempol dan cuma ada satu pegangan. ini sangat menantang keberanian sekali. jadi kebayang jembatan siratal mustaqim yang dibawahnya sudah tersedia kolam api, kepeleset dikit aja gosong . (seremm). kemudian tibalah di rintangan ke empat. yaitu berjalan diatas sepetak kayu, kalo datar-datar aja sih gapapa tapi ini menanjak cyiiin. udah gitu ada yang petaknya entah sengaja atau tidak sudah copot satu, akhirnya untuk sampai butuh waktu lama dan menguras banyak tenaga.
setelah sampai di puncak pohon akhirnya aku menunggu antrian untuk menaiki flying fox berikutnya yang lebih tinggi. sambil duduk diatas rumah pohon aku melihat sepatuku, ternyata karetku sudah hampir putus, dan benar saja "tak" karetnya putus. aku sangat panik membayangkan rintangan selanjutnya harus meluncur dengan flying fox dan dengan kondisi dimana bukan aku yang berteriak histeris tapi sepatuku. aku pun membayangkan bagaimana kalau ketika aku meluncur nanti alas sepatuku lepas dan menimpa orang dibawahnya. akhirnya tibalah giliranku untuk meluncur, aku akhirnya pasrah. petugas itu kemudian berkata dengan datarnya "setelah melalui rintangan flying fox ini nanti ada bukit, dan disana ada tong sampah, silahkan tinggalkan saja disana nanti" petugas itu berkata sambil tersenyum geli. SIAL.. ternyata dia dari tadi mengetahui kegelisahn aku akan sepatu yang tidak bersahabat ini akupun meluncur dengan flying fox dengan ekspresi datar. stibanya di bukit tersebut, benar saja ada tong sampah disana, dengan tanpa ampun lagi aku menarik alas sepatuku hingga lepas. tak tanggung-tanggung aku juga menarik alas sepatu yang satu lagi biar seimbang. setelah itu aku mencampakkannya ke tong sampah, tanpa menoleh lagi ke alas sepatu yang memalukan itu. kuperhatikan beberapa orang temanku tertawa melihat ku. aku sudah tidak mempedulikannya lagi. untung saja sepatu ku ini ada lapisan bawahnya lagi setelah alas, jadi masih bisa digunakan walaupun agak sedikit aneh kelihatannya.
Kemudian aku melanjutkan tantangan selanjutnya dengan senyum sumringah dan perasaan lega, bagaikan melepaskan kentut yang sudah lima hari tertahan. tapi aku tidak ikut ke tantangan selanjutnya karena sudah terlalu lelah dan sebelumnya aku sudah pernah mencobanya apalagi aku juga takut memperburuk keadaan sepatuku, aku langsung menuju kepohon semula dan kemudian turun. aku langsung menuju bukit tempat rombongan ku berkumpul sebagian masih ada yang belum selesai melewati rintangannya. aku perhatikan teman-temanku sepertinya tidak menyadari kalau ada sesuatu yang aneh dengan sepatuku, dan benar saja saat aku menunjukkan bagian bawah sepatuku dengan salah seorang temanku, kemudian dia baru menyadarinya dan tertawa dengan puasnya.
setelah semuanya berhasil menyelesaikan tantangannya, kami memutuskan untuk karaokean di panggung yang telah disediakan oleh pihak rekreasi, setelah puas bernyanyi dan berjoget, kami pun memutuskan untuk pulang, tak lupa sebelumnya kami foto-foto terlebih dahulu.
Setelah itu kami kembali ke bus dan pulang, walaupun lelah tapi kami merasa puas.Dan aku, dengan sangat terpaksa aku harus mengikhlaskan alas sepatuku di tempat itu.
Nah saran saya buat kamu-kamu semua, sebelum bepergian pahami karakter barnag-barang yang kamu gunakan, walaupun kelihatannya bagus dan tidak ada masalah bisa jadi ditengah perjalanan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak mood baik kamu. kalo untuk baju perhatiin deh tuh baju bolong apa enggak, kalo untuk sepatu coba deh tarik-tarik alas sepatunya, apakah kelihatan akan lepas atau tidak. pokoknya perhatiin detail-detail deh. itupun kalo kamu gak mau mengalami hal memalukan seperti aku. hehe. serius deh malu banget.
Kali ini aku mau berbagi cerita yang tiba-tiba saja teringat saat aku pergi Outbond bersama teman-teman satu jurusan (Administrasi Perkantoran) ke Bukit Naang Bangkinang. Outbond ini dilakukan dalam rangka perpisahan kecil-kecilan bersama guru jurusan dan teman-teman satu jurusan, dan dilaksanakan beberapa minggu setelah UN
Malam itu dengan senang hati aku mempersiapkan keperluan untuk Outbond, mulai dari pakaian, cemilan, dan segala macam ini itu yang diperlukan. setelah semuanya aku pastikan clear, aku pun bergegas untuk segera tidur, hal yang tak lazim kulakukan di musim libur begini karena biasanya aku melanggar larangan H. Rhoma Irama untuk tidak begadang.barangkali karena sudah tidak sabar bertemu dengan teman - teman.
Tibalah keesokan harinya aku sudah bersiap - siap pagi -pagi sekali, karena pukul 07.30 sudah harus berkumpul disekolah. Aku membangunkan abangku untuk mengantarkanku ke sekolah, butuh waktu lama untuk membangunkannya, untung aku sudah mengantisipasi hal ini lebih awal, dengan membangunkannya 30 menit sebelum berangkat, dan alhamdulillah dia mau mengantarku.
Karena waktu itu agenda nya outbond,kan gak lucu kalau aku mengenakan long dress dan high heels maka aku mengenakan pakaian yang normal dipakai saja, yaitu baju kaos dan celana training tak lupa pula aku memakai sepatu sport warna biru putih, sebelumnya aku sempat bingung akan menggunakan sepatu sport atau sepatu kets, tapi kemudian aku menambatkan hatiku kepada sepatu sport. tak butuh waktu lama aku pun segera berangkat dengan diantar abangku.
Setibanya disekolah aku lihat teman-teman sudah ramai menunggu di gerbang sekolah. aku segera menghampiri teman-temanku, kuperhatikan teman-temanku, ada yang lagi jongkok-jongkok gajelas, ada yang lagi berselfi ria, dan ada juga yang cerita ini itu sambil ngakak. dan aku masuk dalam kelompok yang ketiga sesekali aku nyelip diantara kelompok mereka-mereka yang asik berselfi ria.
Tak berapa lama bus pun datang, waktu itu ada dua bus pariwisata karena ada dua kelas yang ikut. didalam bus aku memilih tempat duduk yang paling belakang. karena bagian belakang yang cukup luas, dan kalupun ribut tidak terlalu mengganggu pak supi yang harus konsentrasi mengemudikan busnya agar selamat sampai tujuan. barisan kursi yang paling depan diisi oleh guru, dan beberapa anak yang memang agak pendiam tapi tidak semuanya pendiam ada juga yang memanfaatkan posisi depan ini agar bisa karaokean, dibagian tengah diisi oleh anak-anak yang lumayan heboh, dan yang bagian belakang sekali diisi oleh anak setan, eh enggak ding. kita ribut tapi teratur kok. hehe (pembelaan).
Setelah sekitar satu jam akhirnya sampai juga kami ditempat yang dituju.
ketika masuk langsung terdengar jeritan-jeritan histeris pengunjung yang sedang naik fly over (ups, flying fox maksudnya) hehe. kami pun mencari tempat yang cukup teduh untuk berkumpul sambil celingak-celinguk memperhatikan orang-orang yang tengah asyik menikmati tantangan yang disuguhkan oleh Bukit Naang ini, dan kami memilih bukit yang kelihatannya cukup teduh. berhubung kami datang sudah hampir siang dan cacing-cacing diperut sudah sudah mulai anarki, maka kami pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu. setelah selesai makan bagi yang beragam muslim langsung ngacir ke mushala untuk sholat. sementara yang non muslim dan yang sedang kedatangan sibulan memilih tetap di bukit untuk sekedar mengobrol atau foto-foto.
Setelah selesai kami semua berkumpul untuk bersiap-siap diberi pengarahan sebelum mencoba berbagai macam rintangan yang cukup memacu adrenalin. kami semua sudah tidak sabar lagi untuk segera memulai. saat hendak menuruni bukit, tiba-tiba saja "plok" terdengar bunyi yang aneh dari sepatu ku, aku langsung melirik kebawah, ternyata alas sepatuku sebelah kanan mulai membuka mulutnya, aku sedikit panik. dan gairahku untuk bermain seketika pudar, aku diam dan tetap melanjutkan perjalanan. saat tiba ditengah perjalanan sepertinya sepatu ku ini sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, dia membuka mulutnya semakin lebar dan yang lebih parahnya lagi sepatu yang sebelah nya lagi juga ikutan membuka mulutnya walaupun dengan sedikit malu-malu. aku sedikit gusar, kucari-cari karet disekitar tempat ku berjalan untuk merapatkan mulut si sepatu itu. aku tidak menemukan yang aku cari. akhirnya aku membisikkan hal memalukan ini kepada temanku, namanya ayu. karena badannya kecil jadi aku mamnggil ayu ini "paud" beruntunglah si Paud ini tidak heboh ketika aku bisikkan hal tersebut, dia hanya tersenyum kecil saja dan kemudian membantu mencarikanku karet. akhirnya kami pun menemukanya. aku mengikat mulut sepatu yang menganga tersebut dengan karet. dan hasilnya cukup memuaskan sedikit aman dan tidak ketahuan.
Karena harus mencari-cari karet dulu akhirnya kami telat mendapatkan pengarahan. dan kami harus menunggu untuk beberapa saat. sementara yang sudah diberi pengarahan sudah mulai naik keatas pohon. nah untung juga si Paud ini tidak mempermasalahkannya. tak berapa lama akhirnya tibalah giliran kami untuk diberi pengarahan. setelah diberi tahu segala macam apa yang harus dilakukan dan yang tidak harus dilakukan maka kami pun mulai naik keatas pohon.
setibanya diatas pohon kami langsung dihadapkan dengan rintangan yang pertama, yaitu berjalan diatas jaring-jaring. aku agak panik karena takut alas sepatuku lepas, tapi ternyata tidak aku selamat.
tibalah di rintangan ke dua yaitu meluncur mengguanakan flying fox menuju kerintangan ketiga yaitu diatas bambu-bambu yang diikat pada tali-tali.
kemudian rintangan ketiga yang mulai sulit yaitu berjalan diatas satu tali yang kemudian ku ketahui nama rintangan ini adalah monkey track, track nya para tenyom. hahaha.
setelah sampai di puncak pohon akhirnya aku menunggu antrian untuk menaiki flying fox berikutnya yang lebih tinggi. sambil duduk diatas rumah pohon aku melihat sepatuku, ternyata karetku sudah hampir putus, dan benar saja "tak" karetnya putus. aku sangat panik membayangkan rintangan selanjutnya harus meluncur dengan flying fox dan dengan kondisi dimana bukan aku yang berteriak histeris tapi sepatuku. aku pun membayangkan bagaimana kalau ketika aku meluncur nanti alas sepatuku lepas dan menimpa orang dibawahnya. akhirnya tibalah giliranku untuk meluncur, aku akhirnya pasrah. petugas itu kemudian berkata dengan datarnya "setelah melalui rintangan flying fox ini nanti ada bukit, dan disana ada tong sampah, silahkan tinggalkan saja disana nanti" petugas itu berkata sambil tersenyum geli. SIAL.. ternyata dia dari tadi mengetahui kegelisahn aku akan sepatu yang tidak bersahabat ini akupun meluncur dengan flying fox dengan ekspresi datar. stibanya di bukit tersebut, benar saja ada tong sampah disana, dengan tanpa ampun lagi aku menarik alas sepatuku hingga lepas. tak tanggung-tanggung aku juga menarik alas sepatu yang satu lagi biar seimbang. setelah itu aku mencampakkannya ke tong sampah, tanpa menoleh lagi ke alas sepatu yang memalukan itu. kuperhatikan beberapa orang temanku tertawa melihat ku. aku sudah tidak mempedulikannya lagi. untung saja sepatu ku ini ada lapisan bawahnya lagi setelah alas, jadi masih bisa digunakan walaupun agak sedikit aneh kelihatannya.
Kemudian aku melanjutkan tantangan selanjutnya dengan senyum sumringah dan perasaan lega, bagaikan melepaskan kentut yang sudah lima hari tertahan. tapi aku tidak ikut ke tantangan selanjutnya karena sudah terlalu lelah dan sebelumnya aku sudah pernah mencobanya apalagi aku juga takut memperburuk keadaan sepatuku, aku langsung menuju kepohon semula dan kemudian turun. aku langsung menuju bukit tempat rombongan ku berkumpul sebagian masih ada yang belum selesai melewati rintangannya. aku perhatikan teman-temanku sepertinya tidak menyadari kalau ada sesuatu yang aneh dengan sepatuku, dan benar saja saat aku menunjukkan bagian bawah sepatuku dengan salah seorang temanku, kemudian dia baru menyadarinya dan tertawa dengan puasnya.
setelah semuanya berhasil menyelesaikan tantangannya, kami memutuskan untuk karaokean di panggung yang telah disediakan oleh pihak rekreasi, setelah puas bernyanyi dan berjoget, kami pun memutuskan untuk pulang, tak lupa sebelumnya kami foto-foto terlebih dahulu.
Setelah itu kami kembali ke bus dan pulang, walaupun lelah tapi kami merasa puas.Dan aku, dengan sangat terpaksa aku harus mengikhlaskan alas sepatuku di tempat itu.
***
Nah saran saya buat kamu-kamu semua, sebelum bepergian pahami karakter barnag-barang yang kamu gunakan, walaupun kelihatannya bagus dan tidak ada masalah bisa jadi ditengah perjalanan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak mood baik kamu. kalo untuk baju perhatiin deh tuh baju bolong apa enggak, kalo untuk sepatu coba deh tarik-tarik alas sepatunya, apakah kelihatan akan lepas atau tidak. pokoknya perhatiin detail-detail deh. itupun kalo kamu gak mau mengalami hal memalukan seperti aku. hehe. serius deh malu banget.
Kamis, 19 Maret 2015
Kisah si Blog
Ceritanya
sejak dulu aku sangat ingin mempunyai blog, karena seru aja gitu liat orang
yang punya blog bisa nuangin segala macam yang ada dipikirannya . tapi belum
pernah terwujud karena aku gak berusaha bikin si wujud itu ada. alhasil itu
cuma jadi angan-angan dan sebentar-sebentar hilang di ingatan ketika sesuatu
yang baru masuk dalam ingatanku. Kemudian suatu hari, gak tau itu hari apa, aku
melihat laptop dan modem menganggur dalam keadaan menyala, Nah biasanya kalau
melihat kejadian sepeti ini yang langsung aku lakukan adalah membuka jejaring
sosial, chat sana sini, atau yang paling miris ya stalker ini itu.Tapi waktu
itu berbeda, Seketika saja terlintas dipikiranku untuk membuat blog mumpung si
Malas sedang jalan-jalan ke Mal dan si Rajin datang menggantikan posisinya.
Berhubung aku tidak mengerti cara membuat blog aku bertanya pada adikku
Ai, yang saat itu masih KELAS 5 SD, Oh iya si Ai ini laki-laki ya. (ntar
kapan-kapan aku buat cerita tentang dia).
Bayangkan
Saudara-saudara aku yang saat itu sudah setingkat SMK bertanya bagaimana cara
membuat blog dengan adikku yang masih SD. ya memang aku akui untuk teknologi
dia merupakan seniorku, maklumlah dulu aku tidak begitu tertarik dengan dunia
yang seperti itu (nyesal juga gak tertarik dari dulu). akhirnya dia mau
membuatkan ku blog. dia juga yang bantu mendesain blog ku agar tampil lebih
menarik. saat itu juga aku langsung menulis cerita, berhubung cerita yang aku
buat lumayan panjang jadi aku berniat untuk melanjutkan cerita tersebut
keesokan harinya.
Tepat
pada keesokan harinya aku sudah tidak sabar untuk melanjutkan menulis cerita ku
yang kemarin, nah masalah muncul saat aku akan memasukkan pasword. ternyata
password yang aku masukkan salah, sudah kutuliskan sederet nama yang mungkin
saja sempat aku jadikan sebagai password, misalkan saja : painem, paijo atu
ponari tapi tetap saja tidak bisa. dan akhirnya aku pun mencari kamera disudut
ruangan sambil melambaikan tangan dan berkata "gak kuat,gak kuat".*(
pastinya aku tidak melakukan itu) yang jelas aku menyerah. dan akhirnya cukup
lama aku tidak berusaha bangkit untuk membuat blog lagi.
Sampai
pada akhirnya baru-baru ini aku mendapatkan hidayah, saat pekerjaan sedang
kosong, dan sedang bosan membuka jejaring sosial yang berisi berbagai macam
realita kehidupan yang yah,, biasalah kalau tidak bahagia ya rumit. akhirnya
aku pun iseng-iseng bertanya pada mbah google bagaimana cara membuat blog, ini
karena dulu aku tidak memperhatikan adikku bagaimana cara dia membuat blog,
yang aku tau hanya beresnya saja. untungnya si mbah google ini memang
sifatnya ramah dan rendah hati mekipun bnyak hal yang dia ketahui tapi dengan
senang hati dia memberiku informasi bagaimana cara membuat blog dan informasi
seputar blog. Alhamdulillah setelah mengajukan terlalu banyak pertanyaan kepada
mbah google dan juga berkat mengintip-intip blog - blog orang lain dan kecantol
dengan beberapa blog yang menginspirasi diantaranya adittyaregas.com , kevinanggara.com dan ada beberapa lagi yang
juga gak kalah menginspirasi maka akhirnya jadi juga blog kedua ku ini
yang mudah-mudahan saja dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi
kedepannya.Mudah-mudahan saja si Rajin sering-sering mampir dan si Malas
mengalami koma.
Terimakasih
sudah membaca. :)
Pergi tanpa permisi
Nah kali ini aku mau berbagi cerita tentang pengalaman pribadi yang sedikit menyayat hati.
Jadi begini ceritanya, waktu itu aku baru duduk di kelas 3 SMK dan baru saja pulang dari negara tetangga yaitu Malaysia untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin), peserta Prekerin tersebut terdiri dari 24 orang yang berasal dari beberapa provinsi diantaranya Riau tempat asalku, Jambi dan Provinsi yang berada di pulau nun jauh disana yaitu Kalimantan Timur. nah kebetulan sekolahku merupakan outlet dari Prakerin tersebut. Sehingga teman-teman yang bersal dari provinsi lain lain berkumpul di Provinsiku. Nah jadi ceritanya, sekembalinya dari Prakerin tersebut teman-teman yang bersal dari provinsi lain menginap satu hari di hotel sebelum kembali ke provinsi masing-masing. sementra aku dan beberapa orang temanku yang berasal dari provinsi yang sama langsung kembali kerumah masing-masing.Satu hari sebelumnya aku dan temanku Uti sudah janjian untuk menemui teman-teman kami yang berasal dari provinsi lain itu.
Nah tibalah pada hari H nya, aku sudah siap-siap. sebelum berangkat tiba-tiba saja abang ku yang punya sifat kalo istilah barrat nya itu windwind-nan alias angin-anginan ngasih aku smartphone baru waktu itu merk nya LG tapi aku lupa type apa, dan sudah ada kartunya karena sudah dipakai beberapa hari, tentunya aku langsung kegirangan bagaikan melayang-layang di bulan bersama Neil Amstrong (padahal kan gak mungkin banget). secara si noki lama ku ditukar dengan handphone baru yang lebih canggih . mungkin kalau si noki bisa bicara dia bakalan bilang gini "sialan lu, kacang lupa kulitnya, mentang - mentang dapat yang baru lu ikhlasin gua gitu aja" sebenarnya aku juga tidak rela meniggalkan si noki begitu aja soalnya sudah banyak kenangan yang aku lalui bersama si noki. tapi mau bagaimana lagi yang namanya manusia kan gak ada puasnya selalu ingin yang lebih. lagian kesempatan gak akan datang dua kali. jadilah aku menukar si noki dengan handphone yang baru. Nah aku berangkat dengan hati yang girang dan senang.
Si Uti temanku sudah menunggu sehingga aku bergegas berangkat. Saat itu aku tidak membawa tas. aku hanya membawa dompet dan si handphone baru tadi. sehingga dompet dan handphone aku pegang, waktu itu kami menggunakan motor. berhubung aku tidak pandai menggunakan motor jadinya aku nebeng sama si Uti ini. di perjalanan aku dan Uti bercerita ini itu. Kemudian kami mampir sebentar ke toko kado untuk membeli kenang-kenangan untuk partner kami selama Prakerin. setelah selesai membeli kado kami pun bergegas menuju hotel tempat teman-teman kami menginap, dan ternyata mereka semua sedang berada di Mal Pekanbaru yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. disana hanya tinggal beberapa orang temanku yang kecapean sehingga tidak ikut ke Mal.dan yang lebih menyedihkannya lagi ternyata partner ku sudah kembali lebih awal ke provinsi nya bersama rombongannya.
Akhirnya aku dan Uti segera menuju ke Mal Pekanbaru. Ternyata saat di persimpangan jalanan cukup macet maklumlah kami lewat jalan keciltapi gak kecil-kecil kali, cukuplah untuk satu mobil, saking ramenya motor Uti sampai bersenggolan dengan motor orang lain. akan tetapi semua itu dapat diatasi, akhirnya sampai juga kami di Parkiran Mal Pekanabaru. setelah itu aku turun dari motor dengan santainya. Kemudian aku teringat sesuatu. Handphone ku,, mana Hanphone ku. aku panik, yang ada ditanganku waktu itu hanya tingga dompet tebal warna merah. Oya tu dompet tebal bukan karena banyak isinya loh, tapi karena emang modelnya saja yang tebal. Saat itu aku panik sekali. Untunglah si Uti ini mau membantu mencari, kami keluar dari parkiran Mal untuk mencari kembali handphone ku yang bahkan aku sendiri belum sempat memainkannya, karena rencana nya mau sekalian nyari kartu baru. saat itu aku berharap ada keajaiban dari yang maha kuasa agar handphone ku masih tergeletak dengan cantik dijalanan tapi nihil, handphone ku tetap tidak ditemukan. kami sudah berkeliling mencari ke toko kado dan hotel tapi tetap tidak ditemukan. nomornya pun sudah tidak aktif lagi. Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan ikhlas,barangkali tuh handphone baru dilema dan gak enak hati sma si Noki, maka pergilah ia tanpa permisi terlebih dahulu. dan mungkin juga belum rejeki tapi yang jadi masalah adalah aku akan jadi bulan-bulanan kemarahan orang satu rumah. Dan tidak meleset lagi dugaanku, aku dimarahi habis-habisan oleh ortu, dan terlebih lagi oleh abangku, orang yang telah mempersembahkan handphone itu kepadaku. Pada akhirnya aku mengganti handphone tersebut, jangan dipikir aku menggantinya dengan handphone, aku hanya menggantinya dengan permintaan maaf. haha, mau bagaimana lagi, aku belum punya money.
Nah semenjak kejadian itu, aku kembali menggunakan si Noki kembali.
Pelajaran yang mungkin saja bisa diambil dari cerita ini adalah :
Jangan pernah jadi kacang yang lupa akan kulitnya . hehe:D
^TAMAT^
Jadi begini ceritanya, waktu itu aku baru duduk di kelas 3 SMK dan baru saja pulang dari negara tetangga yaitu Malaysia untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin), peserta Prekerin tersebut terdiri dari 24 orang yang berasal dari beberapa provinsi diantaranya Riau tempat asalku, Jambi dan Provinsi yang berada di pulau nun jauh disana yaitu Kalimantan Timur. nah kebetulan sekolahku merupakan outlet dari Prakerin tersebut. Sehingga teman-teman yang bersal dari provinsi lain lain berkumpul di Provinsiku. Nah jadi ceritanya, sekembalinya dari Prakerin tersebut teman-teman yang bersal dari provinsi lain menginap satu hari di hotel sebelum kembali ke provinsi masing-masing. sementra aku dan beberapa orang temanku yang berasal dari provinsi yang sama langsung kembali kerumah masing-masing.Satu hari sebelumnya aku dan temanku Uti sudah janjian untuk menemui teman-teman kami yang berasal dari provinsi lain itu.
Nah tibalah pada hari H nya, aku sudah siap-siap. sebelum berangkat tiba-tiba saja abang ku yang punya sifat kalo istilah barrat nya itu windwind-nan alias angin-anginan ngasih aku smartphone baru waktu itu merk nya LG tapi aku lupa type apa, dan sudah ada kartunya karena sudah dipakai beberapa hari, tentunya aku langsung kegirangan bagaikan melayang-layang di bulan bersama Neil Amstrong (padahal kan gak mungkin banget). secara si noki lama ku ditukar dengan handphone baru yang lebih canggih . mungkin kalau si noki bisa bicara dia bakalan bilang gini "sialan lu, kacang lupa kulitnya, mentang - mentang dapat yang baru lu ikhlasin gua gitu aja" sebenarnya aku juga tidak rela meniggalkan si noki begitu aja soalnya sudah banyak kenangan yang aku lalui bersama si noki. tapi mau bagaimana lagi yang namanya manusia kan gak ada puasnya selalu ingin yang lebih. lagian kesempatan gak akan datang dua kali. jadilah aku menukar si noki dengan handphone yang baru. Nah aku berangkat dengan hati yang girang dan senang.
Si Uti temanku sudah menunggu sehingga aku bergegas berangkat. Saat itu aku tidak membawa tas. aku hanya membawa dompet dan si handphone baru tadi. sehingga dompet dan handphone aku pegang, waktu itu kami menggunakan motor. berhubung aku tidak pandai menggunakan motor jadinya aku nebeng sama si Uti ini. di perjalanan aku dan Uti bercerita ini itu. Kemudian kami mampir sebentar ke toko kado untuk membeli kenang-kenangan untuk partner kami selama Prakerin. setelah selesai membeli kado kami pun bergegas menuju hotel tempat teman-teman kami menginap, dan ternyata mereka semua sedang berada di Mal Pekanbaru yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. disana hanya tinggal beberapa orang temanku yang kecapean sehingga tidak ikut ke Mal.dan yang lebih menyedihkannya lagi ternyata partner ku sudah kembali lebih awal ke provinsi nya bersama rombongannya.
Akhirnya aku dan Uti segera menuju ke Mal Pekanbaru. Ternyata saat di persimpangan jalanan cukup macet maklumlah kami lewat jalan keciltapi gak kecil-kecil kali, cukuplah untuk satu mobil, saking ramenya motor Uti sampai bersenggolan dengan motor orang lain. akan tetapi semua itu dapat diatasi, akhirnya sampai juga kami di Parkiran Mal Pekanabaru. setelah itu aku turun dari motor dengan santainya. Kemudian aku teringat sesuatu. Handphone ku,, mana Hanphone ku. aku panik, yang ada ditanganku waktu itu hanya tingga dompet tebal warna merah. Oya tu dompet tebal bukan karena banyak isinya loh, tapi karena emang modelnya saja yang tebal. Saat itu aku panik sekali. Untunglah si Uti ini mau membantu mencari, kami keluar dari parkiran Mal untuk mencari kembali handphone ku yang bahkan aku sendiri belum sempat memainkannya, karena rencana nya mau sekalian nyari kartu baru. saat itu aku berharap ada keajaiban dari yang maha kuasa agar handphone ku masih tergeletak dengan cantik dijalanan tapi nihil, handphone ku tetap tidak ditemukan. kami sudah berkeliling mencari ke toko kado dan hotel tapi tetap tidak ditemukan. nomornya pun sudah tidak aktif lagi. Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan ikhlas,barangkali tuh handphone baru dilema dan gak enak hati sma si Noki, maka pergilah ia tanpa permisi terlebih dahulu. dan mungkin juga belum rejeki tapi yang jadi masalah adalah aku akan jadi bulan-bulanan kemarahan orang satu rumah. Dan tidak meleset lagi dugaanku, aku dimarahi habis-habisan oleh ortu, dan terlebih lagi oleh abangku, orang yang telah mempersembahkan handphone itu kepadaku. Pada akhirnya aku mengganti handphone tersebut, jangan dipikir aku menggantinya dengan handphone, aku hanya menggantinya dengan permintaan maaf. haha, mau bagaimana lagi, aku belum punya money.
Nah semenjak kejadian itu, aku kembali menggunakan si Noki kembali.
Pelajaran yang mungkin saja bisa diambil dari cerita ini adalah :
Jangan pernah jadi kacang yang lupa akan kulitnya . hehe:D
^TAMAT^
Rabu, 18 Maret 2015
Sepenggal kisah hujan di pagi hari
Terkadang sebuah kejadian berlalu nya hanya sesaat, tapi apabila diceritakan kembali banyak peristiwa yang terdapat didalam kejadian tersebut, kali ini aku akan kasih cerita nyata yang kejadiannya cuma sesaat tapi saat diceritakan kembali lumayan panjang juga hasilnya. nah to the point aja, begini nih ceritanya.
*selamat membaca*
Pagi ini aku semangat sekali untuk berangkat kerja. kulihat ayah sudah siap menuggu diluar bersama si motor yang akan mengantarku . setelah kuperhatikan cermin lihat depan lihat belakang akhirnya kuputuskan bahwa semuanya sudah rapi mengingat kalau aku terus melanjutkannya maka akan terjadi gerakan maju mundur cantik ala syahrini, hahaha. kan gak lucu juga kalau akhirnya aku harus telat cuma karena itu. kemudian aku segera berpamitan dengan ibu ritual yang wajib dilakukan agar mendapatkan restu dalam bekerja. dan berangkatlah aku diantar oleh ayah. Cuaca pagi ini kelihatan mendung karena memang sejak tadi malam diguyur hujan lebat, peristiwa hujan lebat ini aku ketahui ketika aku terbangun tengah malam untuk buang air kecil.
Aku sangat suka dengan cuaca seperti pagi ini, karena terasa sangat sejuk dan damai, terlebih lagi kalau ini hari libur maka kenyenyakan lah yang akan terjadi. Sebelum berangkat tadi aku berniat untuk mengenakan jaket, tapi aku sedikit ragu takut tidak sempat untuk mencarinya . Akhirnya aku berangkat tanpa mengenakan jaket dan hanya ayah yang mengenakannya. selama di perjalanan aku menikmati cuaca yang sangat aku sukai ini, aku perhatikan jalanan ramai dan lancar, banyak orang yang pergi untuk bekerja atau sekedar mengantar anak sekolah, ada juga anak-anak sekolah yang yang berangkat mengenakan motor atau jalan kaki dan sebagian lagi orang-orang yang aku tidak ketahui tujuannya apa berseliweran pagi-pagi begini kerena aku pun tidak sempat untuk menanyakannya dan tidak penting juga untuk ditanyakan sebenarnya.
Kulihat polisi lalu lintas yang berseragam rapi tengah menertibkan lalu lintas.
Akhirnya tibalah aku ditempat biasa ayah menurunkan ku, ayah memang tidak mengantarkanku sampai ketempatku bekerja, dikarenakan tempat memutar yang cukup jauh. sehingga aku harus berjalan kaki. cukup 6 menit untuk berjalan dari tempat ayah memberhentikanku ke tempat kerjaku. aku tidak mempermasalahkan itu, hitung-hitung olahraga pagi, mengingat aku yang memang sangat jarang berolahraga. aku berjalan dengan senang, cuaca saat itu masih sama seperti saat aku berangkat dari rumah.
Akan tetapi saat beberapa meter lagi akan sampai ketempat kerja tiba-tiba saja hujan lebat datang, dengan sigap aku pun langsung berlari, aku berusaha berlari di bawah pepohonan yang rimbun agar tidak terlalu basah,di perjalanan aku menyesali keragu-raguanku untuk mengenakan jaket tadi. tapi yang namanya penyesalan ini emang datangnya selalu belakangan ya jadinya begitu kerena kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, tidak lama kemudian akhirnya aku menemukan swalayan, dan berteduh didepan swalayan itu. kulihat banyak orang yang juga mempunyai tujuan yang juga sama denganku, yaitu memanfaatkan swalayan ini sebagai tempat berteduh, kuperhatikan pemilik swalayan mukanya pasrah gitu, mungkin yang ada dipikirannya beli kagak numpang iya, sebagian dari orang yang berdiri didepan swalayan adalah para pengemudi motor yang lupa membawa mantel , dan sebagian lagi adalah mereka-mereka si pejalan kaki termasuk aku. aku dan beberapa orang belum terlalu basah kuyup, karena cepat menemukan tempat berteduh. tapi ada juga beberapa orang dan anak sekolah yang sudah basah kuyup.
aku melihat ke arah jalan, hujan masih sangat deras sekali, aku lihat banyak orang yang tetap menerobos hujan masih untung bagi yang menggunakan mobil, duduk manis aja didalam ya gak akan kebasahan, nah ini ada yang menggunakan motor tidak pakai mantel pula. dan bahkan yang lebih parah lagi ada yang menggunakan sepeda, dan itu tentunya anak sekolahan dengan pakaian yang sudah basah kuyup dia memacu sepeda nya bagai valentino rossi sedang bertanding di arena balap. takut telat kali ya. kasihan juga sih liatnya, tapi kenapa dia gak berteduh aja , padahal kan sekolah sudah tentunya akan memberi dispensasi kalau sudah hujan lebat begini. setelah hampir lima belas menit hujan lebat akhirnya hujan pun mulai reda tapi masih rintik-rintik dan kalau diterobos bisa lumayan juga membasahi tubuh ini. haha. akuperhatikan disekelilingku orang-orang sudah mulai cabut, hanya tinggal dua atau tiga orang saja. kulirik jam, alamak gawat, kalau tidak menerobos si hujan rintik-rintik ini aku akan telat. karena hidup ini adalah pilihan maka aku mengambil pilihan untuk menerobos si hujan rintik-rintik ini. aku berjalan kemudian berlari berjalan lagi dan kemudian berlari lagi, capek juga ya. habis kalau berlari susah juga karena aku menggunakan rok. akhirnya dengan sedikit ngos-ngosan sampai juga aku ketempat kerja. Dan untungnya selamat, aku tidak terlambat . ^TAMAT^
*selamat membaca*
Pagi ini aku semangat sekali untuk berangkat kerja. kulihat ayah sudah siap menuggu diluar bersama si motor yang akan mengantarku . setelah kuperhatikan cermin lihat depan lihat belakang akhirnya kuputuskan bahwa semuanya sudah rapi mengingat kalau aku terus melanjutkannya maka akan terjadi gerakan maju mundur cantik ala syahrini, hahaha. kan gak lucu juga kalau akhirnya aku harus telat cuma karena itu. kemudian aku segera berpamitan dengan ibu ritual yang wajib dilakukan agar mendapatkan restu dalam bekerja. dan berangkatlah aku diantar oleh ayah. Cuaca pagi ini kelihatan mendung karena memang sejak tadi malam diguyur hujan lebat, peristiwa hujan lebat ini aku ketahui ketika aku terbangun tengah malam untuk buang air kecil.
Aku sangat suka dengan cuaca seperti pagi ini, karena terasa sangat sejuk dan damai, terlebih lagi kalau ini hari libur maka kenyenyakan lah yang akan terjadi. Sebelum berangkat tadi aku berniat untuk mengenakan jaket, tapi aku sedikit ragu takut tidak sempat untuk mencarinya . Akhirnya aku berangkat tanpa mengenakan jaket dan hanya ayah yang mengenakannya. selama di perjalanan aku menikmati cuaca yang sangat aku sukai ini, aku perhatikan jalanan ramai dan lancar, banyak orang yang pergi untuk bekerja atau sekedar mengantar anak sekolah, ada juga anak-anak sekolah yang yang berangkat mengenakan motor atau jalan kaki dan sebagian lagi orang-orang yang aku tidak ketahui tujuannya apa berseliweran pagi-pagi begini kerena aku pun tidak sempat untuk menanyakannya dan tidak penting juga untuk ditanyakan sebenarnya.
Kulihat polisi lalu lintas yang berseragam rapi tengah menertibkan lalu lintas.
Akhirnya tibalah aku ditempat biasa ayah menurunkan ku, ayah memang tidak mengantarkanku sampai ketempatku bekerja, dikarenakan tempat memutar yang cukup jauh. sehingga aku harus berjalan kaki. cukup 6 menit untuk berjalan dari tempat ayah memberhentikanku ke tempat kerjaku. aku tidak mempermasalahkan itu, hitung-hitung olahraga pagi, mengingat aku yang memang sangat jarang berolahraga. aku berjalan dengan senang, cuaca saat itu masih sama seperti saat aku berangkat dari rumah.
Akan tetapi saat beberapa meter lagi akan sampai ketempat kerja tiba-tiba saja hujan lebat datang, dengan sigap aku pun langsung berlari, aku berusaha berlari di bawah pepohonan yang rimbun agar tidak terlalu basah,di perjalanan aku menyesali keragu-raguanku untuk mengenakan jaket tadi. tapi yang namanya penyesalan ini emang datangnya selalu belakangan ya jadinya begitu kerena kalau datangnya di awal itu namanya pendaftaran, tidak lama kemudian akhirnya aku menemukan swalayan, dan berteduh didepan swalayan itu. kulihat banyak orang yang juga mempunyai tujuan yang juga sama denganku, yaitu memanfaatkan swalayan ini sebagai tempat berteduh, kuperhatikan pemilik swalayan mukanya pasrah gitu, mungkin yang ada dipikirannya beli kagak numpang iya, sebagian dari orang yang berdiri didepan swalayan adalah para pengemudi motor yang lupa membawa mantel , dan sebagian lagi adalah mereka-mereka si pejalan kaki termasuk aku. aku dan beberapa orang belum terlalu basah kuyup, karena cepat menemukan tempat berteduh. tapi ada juga beberapa orang dan anak sekolah yang sudah basah kuyup.
aku melihat ke arah jalan, hujan masih sangat deras sekali, aku lihat banyak orang yang tetap menerobos hujan masih untung bagi yang menggunakan mobil, duduk manis aja didalam ya gak akan kebasahan, nah ini ada yang menggunakan motor tidak pakai mantel pula. dan bahkan yang lebih parah lagi ada yang menggunakan sepeda, dan itu tentunya anak sekolahan dengan pakaian yang sudah basah kuyup dia memacu sepeda nya bagai valentino rossi sedang bertanding di arena balap. takut telat kali ya. kasihan juga sih liatnya, tapi kenapa dia gak berteduh aja , padahal kan sekolah sudah tentunya akan memberi dispensasi kalau sudah hujan lebat begini. setelah hampir lima belas menit hujan lebat akhirnya hujan pun mulai reda tapi masih rintik-rintik dan kalau diterobos bisa lumayan juga membasahi tubuh ini. haha. akuperhatikan disekelilingku orang-orang sudah mulai cabut, hanya tinggal dua atau tiga orang saja. kulirik jam, alamak gawat, kalau tidak menerobos si hujan rintik-rintik ini aku akan telat. karena hidup ini adalah pilihan maka aku mengambil pilihan untuk menerobos si hujan rintik-rintik ini. aku berjalan kemudian berlari berjalan lagi dan kemudian berlari lagi, capek juga ya. habis kalau berlari susah juga karena aku menggunakan rok. akhirnya dengan sedikit ngos-ngosan sampai juga aku ketempat kerja. Dan untungnya selamat, aku tidak terlambat . ^TAMAT^
Langganan:
Postingan (Atom)







